Kamis, 08 Desember 2011

keterangan javascirpt

Dalam membuat Pop Up Window Message (Keterangan) perintah javascript yang saya gunakan pada artikel ini saya gabungkan menjadi satu file karena saya masih menyajikan contoh yang sederhana untuk mempermudah pemahan teman sekalian. Pada dasarnya perintah Pop Up Window Message yang muncul terbentuk dari tabel yang saya beri background gambar serta saya tambahkan Text dan Button.


Sedangkan untuk perintah Javascriptnya sendiri saya hanya mengunakan Function dari Pop Up Window yang kita buat dari Tabel dengan mengatur Visibility. Sehingga Pop Up Window Akan muncul ketika Image tertentu yang saya buat sebagai Link untuk membuka Pop Up Window Message yang ingin kita munculkan. Kurang lebih Script nya seperti di bawah ini. Anda juga dapat membuka Link Download File Contohnya yang sudah saya buat.

DOWNLOAD FILE CONTOH

Senin, 10 Oktober 2011

Tentang Programming



Karena jangkauan pemakai komputer adalah international, maka aturan ataupun kalimat ataupun kata-kata dasar yang digunakan pada high level language, kemudian disesuaikan dengan aturan-aturan dan kalimat yang ada dalam bahasa Inggris.

Jenis high level language cukup banyak, seperti misalnya BASIC, COBOL, FORTRAN dan lain sebagainya. Sama halnya dengan tatacara yang terdapat dalam bahasa assembly, penulisan program dalam high level language juga harus diterjemahkan kedalam bahasa mesin sebelum proses dilakukan. Program penterjemah disebuh compiler atau interpreter.

Setiap bahasa didalam high level language mempunyai aturan dan tata cara sendiri-sendiri, demikian pula halnya dengan compiler ataupun interpreter yang ada. Hal ini juga bisa disamakan dengan bahasa yang digunakan oleh manusia, dimana antara satu bahasa dan bahasa lainnya tidaklah sama, dan semuanya memiliki aturan dan tatacara sendiri-sendiri.

Untuk bahasa BASIC misalnya, susunan programnya selalu terdiri atas tiga hal, yaitu line number, keyword dan body program. Dalam hal ini BASIC merupakan singkatan dari Beginners All-purpose Symbolic Instruction Code. Basic menjadi sangat populer karena dapat dibuat dengan cara yang ber-struktur ataupun tidak, disamping itu, BASIC memiliki versi interpreter dan versi compiler.

BASIC menjadi populer seiring dengan hadirnya microcomputer, yaitu pada akhir 70-an. Demikian populernya BASIC, sehingga banyak pabrik komputer PC pada saat itu yang membuat BASIC dalam versi ROM (Read Only Memory) disamping versi interpreter ataupun compiler. Sehingga pada saat komputer dinyalakan, komputer tersebut langsung siap menjalankan BASIC. Belum ada satu bahasa selain BASIC yang dibuat dalam pelbagai versi.

Selain keunggulan-keunggulan tersebut, BASIC juga sangat cocok digunakan untuk pemula ataupun bagi programmer senior. BASIC juga cocok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan bisnis ataupun persoalan scientific. Dengan adanya line number yang dimilinya, BASIC akan memproses program dari urutan yang kecil menuju keline number yang besar. Tetapi dengan adanya instruksi GOTO, proses ini bisa dibelokkan keurutan lainnya.

Bahasa berikutnya adalah COBOL yang merupakan singkatan dari Common Business Oriented Language. Bahasa ini terbagi menjadi empat divisi, yaitu Identification Division, Environtment Devision, Data Devision dan Prosedure Devision. Susunan bahasa ini sangat rapi dan teliti sehingga menyerupai tulisan seorang manajer pada saat membuat laporan ataupun seorang pengarang sedang membuat buku

Pada tahun 1959, CODASYL (Conference on Data System Language) didirikan dengan anggota yang terdiri dari wakil-wakil pemakai komputer dan pabrik. Dua tahun kemudian, spesifikasi pertama dihasilkan dengan nama COBOL. Akhirnya COBOL menjadi bahasa pemrograman yang digunakan paling luas dalam aplikasi komersial ataupun bisnis. Lebih dari 40% instalasi komputer didunia masih menggunakan COBOL.

COBOL juga bisa dianggap sebagai suatu bahasa yang menggunakan sistem dokumentasi yang rapi dan teliti seperti halnya bahasa Inggris. Dengan adanya hal ini, pemakai menjadi mudah untuk membaca dan mengerti, dan programmer juga menjadi mudah untuk melakukan debug atau pemeriksaan program. Persoalan bisnis selalu memerlukan adanya data dalam jumlah yang besar, serta kecepatan untuk memprosesnya. COBOL menjawab dengan instruksi-instruksi yang sederhana dan mudah dimengerti.

PASCAL Programming Language juga merupakan suatu bahasa, dimana nama yang ada diambil dari nama seorang ilmuawan Perancis yang sangat terkenal, yaitu Blaise Pascal. Bahasa ini tersusun dengan pola struktur yang mengalir dari atas kebawah. Disamping itu, sebuah program yang besar dapat dipecah-pecah dalam beberapa modul program yang lebih kecil. Dengan demikian, bahasa ini dapat mendorong seorang programmer untuk melihat sebuah persoalan secara logic.

Konsep pemrograman secara modular (suatu program yang dibagi dalam beberapa bentuk modul) yang sangat menarik diperkenalkan oleh Turbo Pascal mulai versi 4.0. Modul ini dikenal dengan unit (Turbo Pascal UNIT/TPU). Dengan menggunakan unit, suatu modul bagian dari program dapat dikompilasi secara terpisah terhadap program utama, sehingga hasil compilasi program utama tidak terlalu besar. Dengan demikian apabila program dijalankan, tidak memerlukan memory yang terlalu besar.

Dengan adanya pola program yang terstruktur (structured programming) yang juga merupakan salah satu rancangan teknik, maka bentuk program PASCAL menjadi standart sehingga mudah untuk melakukan pelacakan arah program ataupun saat diperlukan perbaikan. PASCAL menggunakan instruksi IF-THEN-ELSE dan DO-WHILE untuk mengontrol struktur dari program yang dimilikinya.

dBASE Programming merupakan salah satu high level languge yang telah dikembangkan sedemikian rupa secara specifik untuk microcomputer, sehingga memungkinkan adanya penggunaan software secara minimum, tetapi pemakai dapat dengan mudah dan cepat dapat menentukan, membangun dan kemudian meng-access (memanggil kembali) file-file yang mereka miliki.

Dengan adanya hal ini, pemakai dapat dengan mudah mengolah dan membuat laporan dari file mereka sendiri secara interaktif melalui keyboard dan layar monitor ataupun printer. dBase juga menawarkan suatu penulisan dan penyimpanan urutan-urutan tindakan, dan mengulanginya jika diperlukan. Dengan kata lain, dBase adalah bahasa yang diinterpetasikan dan menghasilkan kode intermediate.

Para pengguna komputer berbasis Windows, kini menggunakan bahasa pemrograman berbasis objek Bahasa pemrograman yang ditawarkan dengan banyak kemudahan ini, menggunakan kosa kata yang cantik, yakni Visual, sehingga kita mengenal adanya Delphi milik Borland, Visual C++, Visual Basic, atau Oracle, PowerBuilder, Visual dBase, Visual Foxpro, untuk aplikasi database.

                                                                                                                                                                      

Sekilas Tentang Propgramming

Programming language atau bahasa program adalah suatu bahasa ataupun suatu tatacara yang dapat digunakan oleh manusia (programmer) untuk berkomunikasi secara langsung dengan komputer. Jenis programming language sangatlah banyak. Tetapi secara umum, pengertian programming language dapat dibagi menjadi dua, yaitu Low Level Language dan High Level Language.

Low level language adalah suatu bahasa program atau suatu tatacara yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer. Dalam hal ini tatacara yang digunakan masih ber-orientasi dengan mesin, dikarenakan itu low level langugae juga disebut sebagai bahasa mesin.

Untuk menggunakan bahasa ini, programmer harus menuliskan instruksi untuk setiap instruksi secara jelas dan teliti. Setiap program dan data yang ditulis, harus ditentukan pula address dimana data dan program akan disimpan. Programmer juga harus mengetahui lokasi setiap indikator ataupun register dan program untuk seluruh fungsinya.

Satu-satunya simbol yang tersedia untuk mengkomunikasikan tindakan yang dilakukan dan meng-identifikasikan data adalah 0 dan 1. Instruksi yang ada harus ditulis dalam urutan dan aturan dimana mereka harus ditmapilkan. Oleh karena itu, apabila salah satu instruksi hilang karena terjadi kesalahan/kekuarang telitian, seluruh instruksi harus dire-alokasi-kan untuk membuat ruang guna menambahkan instruksi tersebut, dan ini berarti pengubahan lokasi data.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, bahasa mesin kemudian dikembangkan menjadi assembly language. Dengan adanya pengembangan ini, dimungkinkan untuk menuliskan program dengan menggunakan kode instruksi dan label yang mewakili lokasi penyimpanan dengan syarat komputer memiliki sarana untuk menterjemahkan kedalam bahasa mesin.
Bahasa ini disebut sebagai assembly language dan program untuk menterjemahkannya kedalam kode mesin disebut sebagai asembler. Pada umumnya terdapat hubungan satu untuk satu antara masing-masing instruksi bahasa assembly dengan instruksi kode mesin. Gambar disamping menunjukkan versi asembly dari kode mesin.

Program yang ditulis oleh programmer dalam bahasa assembly disebut sebagai source program Jika program ini kemudian diubah kedalam bahasa mesin, disebut sebagai object program. Dengan adanya bahasa assembly ini, programmer tidak perlu meng-alokasikan address secara khusus, dan ia cukup memberikan nama atau label serta menginduksikan ukuran dan format yang diperlukan. Assembler kemudian bertanggung jawab atas pengalokasian dan penyimpanan.

Dengan menggunakan nama-nama simbolik untuk data dan kode-kode pengoperasian, tugas programmer dibuat lebih mudah dari pada menggunakan kode numeric bahasa mesin. Alokasi penyimpanan oleh assembler juga memungkinkan progremmer membuat perubahan-perubahan, penambahan dan penghilangan instruksi cenderung lebih mudah dan cenderung membuat kesalahan yang lebih kecil. Karena masih berhubungan dengan bahasa mesin, assembly sangat efisien dalam penggunaan fasilitas mesin.

Bahasa assembly adalah low level language, yakni lebih dekat dengan kode mesin dari pada bahasa yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Karena masih berorientasi mesin, membutuhkan programmmer yang memiliki pengetahuan mesin secara baik. Transfer program bahasa mesin kemesin untuk type berbeda sering sulit dan dalam beberapa kasus tidak mungkin. Programmer masih harus mempelajari bahasa assembly untuk mesin yang berbeda.

High level language merupakan suatu bahasa program atau suatu tata cara yang dapat digunakan untuk memberi perintah/instruksi kepada komputer. Tata cara yang ada sangat mirip dengan tata cara yang digunakan oleh manusia dalam berkomunikasi. Dengan demikian, high level language lebih mudah untuk dipelajari. Semua kalimat, kata ataupun aturan yang ada didalam high level language, juga merupakan kalimat ataupun kata ataupun aturan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Progamming

Pemrograman komputer (sering disingkat untuk pemrograman atau coding) adalah proses merancang, menulis, testing, debugging, dan memelihara kode sumber
program komputer. Kode sumber ditulis dalam satu atau lebih program
bahasa. Tujuan dari pemrograman adalah untuk menciptakan sebuah program yang melakukan operasi tertentu atau menunjukkan perilaku yang diinginkan tertentu. Proses penulisan kode sumber sering membutuhkan keahlian dalam berbagai mata pelajaran,  termasuk pengetahuan dari domain aplikasi, algoritma khusus dan
logika formal. 

Dalam rekayasa perangkat lunak, pemrograman (pelaksanaan) dianggap sebagai salah satu tahap dalam proses pengembangan perangkat lunak.
Ada sebuah perdebatan yang sedang berlangsung pada sejauh mana program penulisan adalah seni, kerajinan atau disiplin teknik. [1] Secara umum, pemrograman yang baik dianggap sebagai aplikasi diukur dari ketiga, dengan tujuan menghasilkanefisien dan solusi perangkat lunak evolvable (kriteria untuk "efisien" dan "evolvable" sangat bervariasi). 
Disiplin yang berbeda dari berbagai profesi teknis dalam programer, pada umumnya, tidak perlu izin atau lulus standar (atau governmentally diatur) tes sertifikasi untuk menyebut diri mereka "programer" atau bahkan "insinyur perangkat lunak." Karena disiplin mencakup banyak bidang, yang mungkin atau tidak mungkin termasuk aplikasi kritis, itu diperdebatkan apakah perizinan yang diperlukan bagi profesi secara keseluruhan. Dalam kebanyakan kasus, disiplin adalah diri diatur oleh entitas yang membutuhkan pemrograman, dan kadang-kadang lingkungan sangat ketat didefinisikan (misalnya Angkatan Udara Amerika Serikat menggunakan AdaCore dan security clearance).
 Namun, mewakili diri sebagai "Profesional Software Engineer" tanpa lisensi dari lembaga yang terakreditasi adalah ilegal di banyak bagian dunia.
Perdebatan lain adalah sejauh mana bahasa pemrograman yang digunakan dalam menulis program komputer mempengaruhi bentuk yang mengambil program akhir.Perdebatan ini analog dengan mengelilingi hipotesis Sapir-Whorf [2] dalam linguistik dan ilmu kognitif, yang mendalilkan bahwa alam bahasa lisan tertentu mempengaruhi pikiran kebiasaan dari speaker. Pola bahasa yang berbeda menghasilkan pola pikir yang berbeda. Ide ini menantang kemungkinan mewakili dunia secara sempurna dengan bahasa, karena mengakui bahwa mekanisme bahasa apapun kondisi pikiran pembicara dari masyarakat.